Rabu, 10 April 2013

Lingkungan Bisnis dan Sekitarnya


Lingkungan bisnis adalah sesuatu yang mempengaruhi aktifitas bisnis dalam suatu lembaga organisasi atau perusahaan. Dalam lingkungan bisnis dapat diklasifikasikan menjadi 2 macam, yaitu  :
1.    LINGKUNGAN INTERNAL
Dalam lingkungan Internal segala sesuatu di dalam orgnisasi / perusahaan yang akan mempengaruhi organisasi / perusahaan tersebut.Lingkungan Internal jugadipengaruhi oleh beberapa faktor,yakni Tenaga kerja (Man), modal (Money),material / bahan baku (Material), peralatan/perlengkapan produksi (Machine), serta metode (Methods).Lingkungan internal ini biasanya digunakan untuk menentukan Strength(kekuatan) perusahaan, dan juga mengetahui Weakness (kelemahan) perusahaan.
2.     LINGKUNGAN EKSTERNAL
Lingkungan Eksternal diartikan segala sesuatu di luar batas-batas organisasi/perusahaan yang mungkin mempengaruhi organisasi/perusahaan. Lingkungan eksternal dibagi menjadi 2, yaitu :
a)      Lingkungan Mikro. Dimana dalam sebuah perusahaan dapat melakukan aksi – reaksi terhadap faktor – faktor penentu Opportunty (peluang pasar) dan juga Threat (ancaman dari luar). Faktor – faktor yang mempengaruhi, yaitu Pemerintah,pemegang saham(shareholders),kreditor,pesaing, Publik, perantara, pemasok dan konsumen.
b)      Lingkungan Makro. Dimana perusahaan hanya dapat merespon lingkungan di luar perusahaan.Faktor – faktor yang mempengaruhi : Lingkungan ekonomi, lingkungan teknologi, lingkungan politik hukum (pemerintahan), lingkungan sosial kultur, lingkungan global, lingkungan bisnis, teknologi dan informasi

     Alvin Toffler pernah mengemukakan bahwa dunia (termasuk bisnis) mengalami beberapa kali gelombang perubahan. Perubahan tersebut mencakup :

ü Era agraria tradisional ( 8000 SM-1700 ) Revolusi hijau
    Gelombang perubahan pertama terjadi berkaitan dengan REVOLUSI PERTANIAN. Suatu periode dalam sejarah peradaban sekitar 8.000 tahun sebelum masehi sampai sekitar tahun 1700-an. Dengan Revolusi Pertanian, teknologi yang muncul selama periode ini termasuk alat pengungkit, alat penggerek, alat derek dan alat penjepit yang dirancang untuk memperbesar/meningkatkan sumberdaya energi terbarukan yang berasal dari tenaga manusia, hewan, angina, matahari dan air.
ü Era industrialisasi ( 1700-1970 ) Revolusi Industri
    Gelombang perubahan kedua merujuk pada REVOLUSI INDUSTRI dan memakan waktu selama periode pembangunan sejak 1700an hingga kini. Periode ini mengakhiri dominasi peradaban pertanian dan mengawali industrialisasi masyarakat. Teknologi yang diperkenalkan pada gelombang ini umumnya berdasarkan pada mesin elektromekanik yang digerakkan oleh bahan bakar fosil yang tidak terbarukan, menyebabkan perubahan secara luas dalam meningkatkan masyarakat. Contoh-contoh teknologi ini meliputi : mesin uap, kendaraan bermotor dan listrik. Keluarga menjadi lebih kecil, beralih pekerjaan dari lahan-lahan pertanian ke pabrik-pabrik, dan pendidikan beralih dari pendidikan di rumah menjadi pendidikan yang terorganisir di dalam kelas.
ü  Era informasi dan komunikasi ( 1970-2000 ) REVOLUSI INFORMASI.
    Jaman ini berdasarkan sistem elektronika yang membantu mempercepat komunikasi, perhitungan, dan penyebaran informasi. Ketersediaan teknologi secara luas seperti komputer, telekomunikasi, robot, dan bioteknik juga telah meninggalkan tanda-tanda pada karakteristik sosial masyarakat. Perubahan mendasar dalam perilaku sosial sekarang dapat dilihat seperti pada organisasi angkatan kerja, pendidikan pemuda serta keberagaman dalam bentuk keluarga.

Dalam perekonomian Industrial dikenal dengan Paradigma Ekonomi Industrial dan Paradigma Ekonomi Network.

Ciri-ciri dari Paradigma Ekonomi Industrial & Paradigma Ekonomi Network

Paradigma Ekonomi Industrial memiliki ciri-ciri, yakni Masterman berpendapat bahwa paradigma adalah sebuah 'gambaran' konkret dari sesuatu, katakanlah A, yang digunakan secara analogis untuk menjelaskan sesuatu yang lain yang juga konkret, katakanlah B.Paradigma adalah sebuah konstruksi yang dapat diketahui; sebuah “artifak". Dengan begitu paradigma ekonomi industrial dapat diartikan gambaran konkret tentang system ekonomi pada masa industri dalam arti masih tradisional. Pada dasarnya Paradigma Ekonomi Industrial organisasinya terstruktur dgn baik sedangkan network bisa diartikan sebagai sesuatu yang cair(tidak beraturan).
Paradigma Ekonomi Network memiliki ciri-ciri di dalam organisasi paradigma Ekonomi Network  lebih rapi, karna di dalam bisnis mempunyai suatu aktifitas yang dapat berkerja sama antar perbisnis, dalam TI jika tidak ada kebersamaan antar pembisnis maka kebanyakan bisnis tersebut akan hancur. Contoh’y aspek TI yang ada di Indonesia yang sangat berantakan(kasus indosat), aspek hukum yg lemah pada indosat.

Perbedaan serta hubungan antara industrial economy paradigm dan networked economy

       Adapun perbedaan serta hubungan antara industrial economy paradigm dan networked economy, yakni perbedaannya adalah cara kerjanya sebab industrial lebih tradisional di bandingkan networked, dapat dikatakan industrial sebelum adanya e-business dan networked adanya e-business. Hubungannya adalah sama-sama mendukung perekonomian

Industri Ekonomi : vertically integrated firms,Strategic positionning bisiness strategy,Bereaucratic organnization
Network Ekonomi : Industry changes rapidly, Virtually intergrated firms/industries, Relationship are increasingly based less-structured.

Proses perubahan paradigma bisnis dari industrial ke networked economy berdasarkan contoh perusahaan yang telah menerapkan e-business.

Berikut ini adalah penerapan E-Businness tentang perubahan paradigma pada sebuah perusahaan bisnis.
Contohnya Garuda Indonesia.
        Akibat dari pesatnya perkembangan Teknologi Informasi (TI) dimana proses proses dalam value chain dapat memisahkan diri untuk menjadi entitas bisnis tersendiri. Bisnis yang berdiri sendiri tersebut kemudian tidak hanya melayani proses bisnis dari value chain dalam bisnis asalnya tapi juga dapat melayani proses bisnis dari value chain pada bisnis yang berbeda.
Jadi proses perubahan paradigma ini demi terciptanya suatu perubahan cara kerja dari suatu perusahaan tersebut dimana proses perubahan ini lebih menunjang keberhasilan perusahaan tersebut dalam kesuksesannya.

Referensi :
Sosiologi dan Politik oleh Syahrial Syarbaini Hal 44
Alvin Toffler, The Third Wave, London, Pan Books Ltd, 1981
Hasil diskusi dalam kelas (Rabu,23/01.2013)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar